Tag Archives: Random

One Book A Month


One Book A Month merupakan “proyek” yang saya lakukan mulai bulan ini. Terinspirasi dengan hal serupa yang dilakukan oleh teman saya, saya mencoba untuk mengikutinya karena saya rasa cara ini cukup bagus untuk diterapkan jika saya ingin membiasakan membaca. Sangat jelas terlihat dari judulnya bahwa dalam satu bulan saya akan “membaca” atau mungkin lebih tepatnya akan membeli buku untuk dibaca minimal satu buku dalam sebulan.

Untuk bulan ini saya membeli satu buku yang berjudul “Semut Merah 75” yang bercerita tentang kisah pelajar Indonesia di luar negeri. Kenapa saya ingin membaca buku ini kerena saya memang berkeinginan juga untuk mencoba belajar lagi diluar negeri. Saya harap dengan membaca buku ini dapat tau lebih jauh tentang belajar di luar negeri.

Semut Merah 75

Semut Merah 75

“A room without a book is like a human without a soul”
– Someone –

Tagged , , ,

A Hundred: A Lifetime Project


Dengan adanya partner baru, kamera Olympus TG-1, muncullah ide untuk melakukan suatu proyek seumur hidup, A Hundred. Merupakan proyek fotografi dengan tujuan untuk mencari foto suatu objek atau kejadian tertentu sebanyak 100 foto. Mengapa saya sebut seumur hidup karena apa yang ditemukan suatu saat bisa menjadi satu set foto tersendiri dan tentunya bisa jadi akan banyak muncul suatu hal random yang ingin diabadikan. Beberapa kelompok foto sudah coba saya pikirkan seperti wajah, ekspresi marah atau sedih, telapak tangan, bunga, monumen, dan lainnya yang tentunya belum tentu dalam satu momen bisa mendapatkan 100 buah foto sekaligus. Mungkin dalam satu set bisa memerlukan waktu sehari, seminggu, sebulan, atau bahkan mungkin bertahun-tahun untuk menjadi lengkap.

Proyek ini bukanlah suatu hal yang baru, banyak diluar sana yang sudah melakukan hal-hal yang serupa atau bahkan lebih ekstrim lagi. Seratus foto merupakan jumlah yang bisa dibilang sedikit tetapi tentunya dengan sedikit niat pastinya akan menjadi suatu yang menarik untuk didokumentasikan.

“A photo is a snapshot of your life that will never fade away”
– Anselmus –

Tagged , ,

Why Complicate Life?


Missing somebody? just call, but we said that we don’t have time
Wanna meet up? just invite, but we often make an excuse not to meet
Wanna be understood? just explain, but we won’t listen the other
Have questions? just ask, but we keep it to our self
Don’t like something? just say it, but we pretend to like it
Like something? just state it, but we afraid to say
Want something? just ask for it, but we always want more
Love someone? just tell it, but we don’t have enough courage

We only have one Life just keep it simple.

“Life is simple but we make it complicated”
– Anselmus –

Tagged ,

Keep Smiling


Saat berselancar internet saya menemukan suatu kalimat motivasi yang sangat menarik bagi saya. Kalimat itu berbunyi seperti ini, “I think the most beautiful people are the ones who went through the toughest situations in life but still somehow manage to keep a smile on their face, especially if they have bright personality to go along with that smile”. Kalimat yang sangat bermakna, paling tidak bagi diri saya sendiri, hal ini tentu saja karena saya secara tidak sadar selalu melakukan hal tersebut, “Keep Smiling”. Seringkali teman-teman saya heran dengan saya, kenapa saya masih bisa tersenyum walaupun bukan dalam kondisi yang selalu baik.

Bagi saya tersenyum sudah menjadi hal yang wajar namun tentu saja tidak secara berlebihan juga. Dengan tersenyum saya merasakan adanya motivasi dalam diri saya yaitu saya masih bisa tersenyum. Terkadang saat mengalami kesusahanpun saya mencoba untuk tetap tersenyum, tak jarang harus “memaksa” untuk tersenyum. Dengan tersenyum secara tidak sadar kita sudah memberikan aura positif kepada diri kita sendiri bahkan kepada lingkungan di sekitar kita. Mulailah tersenyum untuk hal sekecil apapun, dengan begitu orang disekitar kita akan merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan.

“Smiling is a simple way to enjoy your life”
– Anselmus –

Tagged ,

Tentang Ayah


Beberapa waktu lalu saya mendapatkan email cerita inspiratif di suatu mailing list, ceritanya tentang seorang ayah yang biasanya sering kita lupakan, mungkin disini objeknya lebih ditujukan ke seorang perempuan namun tidak ada salahnya juga jika kaum laki-laki membaca. Saya akan coba membagikannya disini :

———II———

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja, Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia, Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir, Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut, Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti, Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.

Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya, Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa, Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya…
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

———II———

Saya belum menjadi seorang ayah dan saya bukan anak perempuan kesayangan ayah namun saya tau Ayah selalu mendukung saya kapanpun dan dimanapun saya berada. Terima kasih Ayah.

“Even though there is no Father’s Day, I’ll always love you everyday”
– Anselmus –

Tagged , , ,