Monthly Archives: April 2013

Thanks God


Hari minggu lalu, tepatnya tanggal 21 April saya memasuki tahun yang baru. Ya, tahun yang ke-25 setelah 24 tahun saya ada di dunia ini. Banyak hal yang sudah terjadi di tahun yang lalu, kejadian baik maupun buruk, semuanya telah terlewati.

Banyak orang yang merayakan hari ulang tahunnya dengan pesta yang meriah bahkan tidak sedikit yang berfoya-foya dengan kekayaan yang mereka miliki. Namun apa sebenarnya yang sebaiknya kita lakukan di hari ulang tahun kita? Tiap orang berbeda-beda menganggapi hal ini tapi bagi saya sendiri hari ulang tahun merupakan saat dimana kita bersyukur kepada Sang Pencipta, saat dimana kita berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang dilimpahkan-Nya selama setahun yang lalu. Tidak hanya syukur atas apa yang kita dapatkan tetapi juga atas kesempatan yang diberikan Tuhan untuk dapat terus berkarya di dunia ini.

Ada yang berkata ulang tahun bukanlah saat kita bertambah umur namun saat kita berkurang umur atau berkurang waktu kita di dunia. Saya setuju dengan kalimat tersebut, ulang tahun adalah saat dimana kita kehilangan satu tahun umur kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Lalu apa yang bertambah? sudah jelas pasti ada yang bertambah atau lebih tepatnya ada yang diharapkan untuk bertambah, seperti bertambah dewasa, bertambah bijaksana, bertambah pintar, dan lainnya. Sayapun juga berharap pada kesempatan yang diberikan Tuhan ini dapat membuat saya lebih dewasa, bijaksana, pintar, dan tentunya masih banyak lagi hal-hal yang saya harapkan dapat tercapai di tahun yang baru ini.

Kita tidak tau kapan Tuhan akan memanggil kita untuk kembali berada bersama Dia namun yang kita tau adalah bahwa Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk hidup dan berkarya di dunia ini.

“Nothing is wrong if we celebrate it but it is wrong if we don’t give thanks to God because we can still celebrate it”
– Anselmus –

Tagged , ,

Sekilas Windows 8


Yak kali ini saya akan sedikit memberikan tips and trick mengenai Windows 8. Mungkin bagi beberapa orang sudah tau soal ini namun tidak ada salahnya berbagi ^_^. Tips and trick yang akan saya tulis disini sudah pernah saya bahas juga di Official Twitter MSP Indonesia (@MSPIndonesia). Oke langsung saja kita lihat tips and trick-nya:

Dialog konfirmasi saat menghapus file

Mungkin bagi beberapa teman-teman yang sudah pernah menggunakan sistem operasi Ubuntu tidak akan heran dengan perubahan yang dilakukan Microsoft (MS) di sistem operasi terbarunya. Ya, untuk menghapus suatu file kita tidak akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu seperti pada versi Windows sebelumnya. Lalu bagaimana jika kita ingin menampilkan konfirmasi penghapusan file itu lagi? Caranya mudah:

  1. Pilih lokasi Desktop di Windows Explorer
  2. Lalu klik kanan pada icon Recycle Bin dan pilih Properties
  3. Setelah kita tekan Properties akan muncul window seperti gambar dibawah
  4. Tandai pilihan “Display delete confirmation dialog”
Properties Windows

Properties Window

Menampilkan pilihan hibernate pada tombol power

Mungkin bagi teman-teman yang memiliki komputer PC (bukan notebook) tidak akan memerlukan pilihan hibernate pada tombol powernya namun bagi teman-teman yang menggunakan notebook, pilihan ini akan sangat berguna. Lalu bagaimana cara menampilkan pilihan itu:

  1. Masuk ke Control Panel untuk Power Options
  2. Kemudian pilih “Choose what the power button do” di sebelah kiri layar
  3. Lalu pilih “Change settings that are currently unavailable”
  4. Setelah melakukan step 3 maka Shutdown Setting di bagian bawah yang sebelumnya berwarna abu-abu akan menjadi hitam dan kita bisa mengaktifkan pilihan Hibernate
Power Options

Power Options

Power Button

Change Shutdown Setting

Bagaimana, mudah kan? silakan dimanfaatkan tips and trick ini.

“We won’t know until we try”
– Anselmus –

Tagged , , ,

Thank You For [Not] Smoking


Smoking

Thank You For [Not] Smoking

Peraturan ada untuk dilanggar, mungkin itu adalah sesuatu yang umum di masyarakat terutama di negara yang saya tinggali ini, Indonesia. Gambar diatas merupakan salah satu contoh kurangnya kesadaran masyarakat akan adanya aturan. Aturan harusnya dibuat untuk mentertibkan masyarakat bukan untuk dilanggar. Mungkin hal ini terjadi juga karena kurangnya partisipasi masyarakat dan aparat penegak hukum untuk menegakkan aturan itu sendiri.

Di negara tetangga kita Singapura, papan laranganpun sudah cukup membuat kita enggan untuk melanggarnya hal ini dikarenakan di setiap papan larangan dicantumkan denda yang harus dibayarkan jika melanggar aturan tersebut

Singapore MRT Fine Sign

Singapore MRT Fine Sign

Mungkin jika hal ini diterapkan pula di Indonesia yang menjadi masalah adalah adakah penegak hukum yang selalu setia memantau jika ada pelanggaran terjadi? atau yang lebih parah lagi hal ini bisa dijadikan sarana bagi penegak hukum yang korup untuk mengambil keuntungan. Memang bagaimanapun juga yang perlu diubah adalah manusia di dalamnya, asalkan masyarakat sadar akan pentingnya suatu aturan tersebut saya yakin pasti Indonesia akan menjadi lebih baik.

“Start something from yourself. Follow the rules and others will follow you”
– Anselmus –

Tagged , ,

Just Smile


Kemarin malam saya mendapatkan suatu foto yang menarik dari newsfeed facebook saya. Di foto itu terdapat kata-kata yang menurut saya sesuai dengan diri saya.

Kalimat yang sederhana tapi mempunyai makna yang sangat dalam bagi kita. Kita seringkali memasangkan raut muka sedih di wajah kita, kita seringkali merasa apa yang kita dapatkan sangat kurang dan bahkan mungkin kita seringkali meminta kepada Tuhan sesuatu yang sebenarnya tidak  terlalu kita butuhkan. Kita sering melupakan apa yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita karena keinginan duniawi kita. Rumah, mobil, motor, handphone, perhiasan, dan hal-hal duniawi lainnya membuat kita menjadi serakah dan seringkali melupakan bahwa semua yang kita miliki di dunia adalah titipan dari Tuhan, kita jarang sekali bersyukur atas semua yang diberikan oleh Tuhan. Ingatlah semua itu hanya TITIPAN dari Tuhan yang suatu saat akan diambil-Nya kembali, bersyukurlah selalu dengan apa yang kamu dapatkan dari-Nya, saya yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi umat-Nya terlebih yang mau bersyukur kepada-Nya.

“What we have in this world is come from God and will back to God. Always give thanks to God for what you have now”
– Anselmus –

Tagged , ,

Tentang Ayah


Beberapa waktu lalu saya mendapatkan email cerita inspiratif di suatu mailing list, ceritanya tentang seorang ayah yang biasanya sering kita lupakan, mungkin disini objeknya lebih ditujukan ke seorang perempuan namun tidak ada salahnya juga jika kaum laki-laki membaca. Saya akan coba membagikannya disini :

———II———

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja, Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia, Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir, Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut, Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti, Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.

Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya, Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa, Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya…
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

———II———

Saya belum menjadi seorang ayah dan saya bukan anak perempuan kesayangan ayah namun saya tau Ayah selalu mendukung saya kapanpun dan dimanapun saya berada. Terima kasih Ayah.

“Even though there is no Father’s Day, I’ll always love you everyday”
– Anselmus –

Tagged , , ,